Kamis, 22 September 2011

Perkembangan BK di Amerika

Categories:

Program bimbingan di amerika pada mulannya merupakan bagian dari gerakan moral. Sekolah mengembangkan program bimbingan untuk membantu pesertadidik agar memiliki pemahaman yang lebih baik tentangkeadaan dirinya dan berkembang menjadi orang atau pekerja yang bertanggung jawab. Pada masa abad ke-20 belum ada konselor di sekolah, semua perkerjaan konselor masih ditangani oleh guru seperti dalam memberikan layanan informasi, layanan bimbingan pribadi, social, belajar dan karir. Berdasarkan keaneragaman para siswa yang masuk pada sekolah-sekolah negeri dan sebagai dampak revolusi maka gerakan bimbingan di sekolah mulai berkembang. Jasse B. Davis mulai memberikan layanan konseling pendidikan di SMA pada tahun 1898. Dan pada tahun 1907 dia di angkat menjadi kepala SMA di Grand Rapids, Michigan. Tujuan dari program bimbingan yang dia buat adalah membantu siswa agar mampu (a) mengembangkan karakternya yang baik (memiliki nilai mural, ambisi, bekerja keras, dan kejujuran) sebagai aset yang sangat penting bagi setiap siswa (orang) dalam rangka merencanakan, mempersiapkan dan memasuki dunia kerja (bisnis). (b) mencegah dirinya dari prilaku bermasalah, dan (c) menghubungkan minat pekerjaan dengan kurikulum (mata pelajaran).
Pada waktu yang sama para ahli juga mengembangkan program bimbingan seperti
a. Eli Weaper
Pada tahun 1906 dia telah menerbitkan bookletnya tentang memilih suatu karir, dia telah berhasil membentuk komite guru pembimbing di setiap sekolah yang semuanya aktif membantu para pemuda atau remaja untuk menemukan kemampuan-kemanpuannya dan belajar bagaimana menggunakan atau mengembangkan kemampuan-kemampuan tersebut dalam rangka menjadi seorang pekerja atau pegawai yang produktif.
b. Frank Parson
Frank Parson ini di kenal sebagai “father of the Guidance Movement in American Education” yang mendirikan biro pekerjaan pada tahun 1908 di Boston, Masschussets, yang bertujuan untuk membantu pemuda untuk memilih karir yang didasarkan atas proses seleksi secara ilmiah dan melatih para guru untuk memberikan pelayanan sebagai konselor vokasional. Menurut Parson konselor vokasional harus memiliki (a) pemahaman kerja praktis dan prinsip-prinsip pokok psikologi modern, (b) pengalaman bergaul dengan orang lain, pemahaman tentang motif, minat, dan ambisi yang mengontrol kehidupan manusia, dan pemahaman tentang faktor-faktor yang memepengaruhi karakter, (c) kemampuan untuk berinteraksi dengan para remaja (kaum muda) dengan cara yang menarik, bersifat menolng, simpatik, serius, dan terbuka, (d) pemahaman tentang persyaratan dan kondisi berbagai dunia kerja (industry), (e) informasi tentang pendidikan yang cocok untuk mempersiapkan suatu pekerjaan, dan (f) Pemahaman tentang metode ilmiah dan prinsip-prinsip penelitian dalam upaya memperoleh kesimpulan atau keputusan yang benar.
c. E.G. Williamson
Model bimbingan di sekolah yang di kembangkan oleh Williamson terkenal dengan nama trait and factor (directive) guidance. Dalam model ini para konselor mengunakan informasi untuk membantu siswa dalam memecahkan masalahnya, khusuny dalam bidang pekerjaan dan penyesuaian interpersonal. Peranan konselor bersifat directive dengan menekankan kepada (a) mengajar ketrampilan, dan (b) membentuk (mengubah) sikap dan tingkah laku.
d. Carl R. Rogers
Rogers mengemukakan teori konseling client-centered, yang tidak terfokus kepada masalah, tetapi sangat mementingkan hubungan antara konselor dengan klienny. Pendekatan atau teori konseling Rogers ini terangkum dalam dua bukunya yaitu Counseling and Psychotherapy (1942), dan Clint-Centered therapy (1951). pada buku yang pertama dikenalkan tentang pendekatan konseling non direktif sebagai alternative layanan di samping pendekatan direktif. Rogers berpendapat bahwa klien bertanggung jawab dalam memecahkan masalah dan mengembangkan dirinya sendiri. Dalam dalam buku kedua terjadi perubahan semantic dari konseling non direktif menjadi konseling Client-Centered.
Pada september 1958 terjadi peristiwa penting dalam dunia pendidikan di Amerika termasuk gerakan bimbingan dan konseling hal itu di tengarai karena terjadinya peluncuran Sputnik I Uni Soviet pada tahun 1950, dan masyarakat Amerika berfikir bahwa Uni Soviet akan mendominasi dalam teknologi industri dan bidang ilmiah lainnya. sehingganya pada tahun 1958 kongres menyusun undanag-undang, termasuk undang-undang pertahanan pendidikan pertahanan nasional yang isinya memberikan kewenangan kepada pemerintah untuk mengucurkan dana bagi pendidikan seperti untuk pelatihan para konselor SLTP dan SLTA, dan pengembangan program testing, program konseling sekolah, dan program bimbingan lainya. Selama tahun 1960 – 1980-an telah terjadi perkembangan dalam peran dan fungsi konselor sekolah berikut program-programnya. Perkembangan tersebut meliputi : (a) pengembangan, penerapan, dan evaluasi program bimbingan koperhensif. (b) pemberian layanan konseling secara langsung kepada para siswa, orang tua dan guru, (c) perencanaan pendidikan dan pekerjaan, (d) penempatan siswa, (e) layanan “referal” rujukan, dan (f) konsultasi dengan guru-guru, tenaga administrasi dan orang tua. Khusus menyangkut peran konselor di sekolah dasar “Joint Committee on elementari School Counselor” mengklarifikasaikan menjadi tiga peran (fungsi) yaitu konseling, konsultasi dan koordinasi. Pengembangan program bimbingan dan konseling di sekolah di pengaruhi juga oleh munculnya berbagai organisasi professional dalam bidang konseling seperti : (a) Amerikan Counseling Association (ACA), (b) Amerikan School Counselor Association (ASCA), dan (c) Association of Counselor Education and Supervision (ACES). Semua organiasai yang ada berupaya meningkatkan profesionalitas para konselor, dengan meluncurkan program akreditasi dan sertifikasi. Bradley ( John J. Pietrofesa et.al., 1980) menambahakan satu tahapan dari tiga tahapan tentang sejarah bimbingan menurut stiller yaitu sebagai berikut :
1. Vocational Exploration
Yaitu tahapan yang menekankan tentang analisis individual dan pasaran kerja. Tahapan ini mencoba menjodohkan manusia dengan pekerjaan.
2. Meeting Individual Needs
Yaitu tahapan pada periode 40 s.d. 50-an yang menekankan kepada upaya membantu individu agar memperoleh kepuasan kebutuhan hidupnya. Pada tahapan ini di pengaruhi oleh pendat maslow dan rogers, yaitu bahwa manusia memeiliki kemampuan untuk mengembanagkan diri dan memecahkan masalahnya sendiri.
3. Transisional profesionalism
Yaitu tahapan yang memfokuskan perhatiannya kepada upaya profesionalisasi konselor.
4. Situational Diagnosis
Yaitu tahapan yang terjadi pada tahun 1970-an, sebagai periode perubahan dan inovasi. Pada tahapan ini ada penekanan yang lebih kepada analisis lingkungan dalam proses bimbingan, dan gerakan untuk menjauhi cara-cara terapeutik yang hanya terpusat kepada diri individu.
Lima gerakan bimbingan dalam pendidikan oleh kowitz dan kowitz (1971 dalam john J Pietrofesa et.al., 1980). Pertama, gerakan penyesuain hidup dengan memperhatikan persiapan vokasional, keragaman individual, dan kurikulum. Kedua, gerakan perkembangan anak pada tahun 1920-an yang di pengaruhi oleh pertimbangan teori psikoanalitik. Ketiga, gerakan yang melibatkan guru-konselor. Keempat, gerkan proyek atau program khusus yang menekankan tentang filsafat aktivisme sosial (philosophy ofsocial ativism). Kelima, gerakan yang manaru perhatian terhadap redefenisi tujuan bimbingan dan prinsip-prinsip ilmiah bimbingan.
Lebih kanjut John J. Pietrofesa et. Al (1980) mendiskripsikan tonggak-tonggak sejarah bimbingan modern, yaitu sebagai berikut :
Tonggak-tonggak Sejarah Bimbingan Modern
TAHUN PERISTIWA
1879 Laboratorium pertama di abangun oleh Wilhelm Wundt di Jerman
1883 G.Stanley Hall berinisiatif melakukan studi tentang anak di laboratorium psikologi di Uneversitas John Hopkins
1890 Sigmun freud menggunkan psikoaanalisis untuk mengobati penyakit mental
1895 George Meril mengembangkan program bimbingan vokasional pertama di San Frascisco
1898 Jesse B. Devis mulai bekerja sebagai seorang konselor pada sekolah menengah atas di Detroit
1905 Albert Binet dan Theopile Simon menyusun dan mentandardisasikan tes kecerdasan umum peserta di Paris
1906 Eli W. Weaverseorang kepalA sekolah di Brooklyn menulis buku “Choosing a Career”
1908 Frank Parson Mendirikan Biro Vokasional di Boston, dan menulis buku “Choosing a Vokasional”
1909 Clifford Beer menulis “A Mind That Found Itself”, sebagai factor utama yang mempengaruhi lahirnya gerakan mental Hygiene
1910 Konverensi bimbingan Vokasional nasional pertama di selenggarakan di Boston
1913 Asosiasi Bimbingan Vokasioanl didirikan di Grand Rapiids Michigan
1917 The Smith-Hughes Act memberikan dana federal pertama untuk mebiayai program bimbingan vokasional
1917 Tes kemampuan mental kelompok verbal dan non verbal dikembangkan oleh angkatan bersenjata yang digunakan dalam melakukan screening calon tentara
1927 The Strong Vocational Interest Blank dipublikasikan
1929 The George-Reed Act memberikan dukungan federal untuk pendidikan vokasional
1932 John Brewer memplikasikan buku “Education as Guidance”
1934 The George-Ellzy Act melanjutkan pemberian dukungan dana federal untuk pendidikan vokasional
1935 The Works Progress Administration didirikan untuk memberikan layanan konseling dan penembapatan bagi para generasi muda
1936 The George-Deen Act melanjutkan pemberian dana untuk pendidikan vokasional
1937 The American Association for Aplied Psykologi didirikan
1938 The U.s. Office Educatione memberikan informasi pekerjaan
1939 E.G. Williamson mendeskripsikan pendekatan “Trait and Factor” konseling dalam bukunya “How to Counsel Students”
1942 Carl Rogers mempublikasikan “Conunseling and Psychotherpy” dan mulai melakukan gerakan konseling ke arah “Client Centered Therapy”
1945 The U.S. Employment Office mengembangkan “General Aptitude Test Battery)
1951 The American Personnel and Guidance Association (APGA) didirikan
1952 The American School Counselor Association didirikan, dan menjadi salah satu devisa APGA pada tahun 1953
1953 B.F. Skinner menulis “Science and human Behavor”
1954 The Office of Vocational Rehabilitation didirikan
1957 APGA menyusun the American Board of Profesional Standards dalam bimbingan vokasional
1957 Donald Super mempublikasikan “The Psychology or Career” yang mempunyai pengaruh besar terhadap gerakan perkembangan karir pada tahun-tahun berikutnya
1958 The National Defence Education Act memberikan dana untuk kegiatan pelatihan para konselor sekolah
1961 The Association for Supervision ang curriculum Development mempublikasikan “Perceiving, Behaving, Becoming” dengan mendapat kontribusi pemikiran dari Carl Rogers, Earl Kelly, Art Combs, dan A.H. Maslow
1962 C. Gilbert Wrenn menulis “The Counselor in a Changing Worid”
1963 The Manpower Development and Taining and The Vocational Education Ects telah dilakukan
1964 Amended NDEA melanjutkan pemberian dana bagi pelatihan konselor
1971 Commisioner of Education Sidney Marland menekankan tentang pentingnya perencanaan dan pendidikan karir
1976 Unit Administrasi untuk bimbingan dan konseling telah didirikan di US Office of Education
1978 The State or Virginia memeberikan izin praktek kepada konselor
Arthur E. Traxler dan Robert D.North (1986) juga menyebutkan beberapa kejadian penting yang mewarnai sejarah bimbingan di Amerika diantaranya :
1. Pada akhir adab ke-19 dan awal abad ke-20, timbulah suatu gerakan kemanuasian, yang menitik beratkan pada kesejahteraan manusia dan kondisi social.
2. Agama, para rohaniawan berpandangan bahwa dunia adalah dimana terdapat pertentangan yang secara terus-menerus antara baik dan buruk.
3. Timbul dengan tujuan perlakuan yang manusiawi terhadap penderita penyakit jiwa dan perhatian terhadap berbagai gejala, tingkat penyakit jiwa, pengobatan, dan pencegahannya, karna ada suatu kesadaran bahwa penyakit ini bisa diobati apabila ditemukan pada tingkat yang lebih dini. Gerakan ini mendorong para pendidik untuk lebih peka terhadap masalah-masalah gangguan kejiwaan, rasa tidak aman, dan kehilangan identitas diantra anak-anak muda.
4. Perubahan dalam Masyarakat, akibat dari perang dunia I dan II, pengangguran, despresi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, wajib belajar dll.mendorong beribu-ribu anak untuk masuk sekolah, tanpa menegetahui untuk apa mereka bersekolah.
5. Gerakan mengenal siswa sebagai individu, gerakan ini erat sekali kaitannya dengan gerakan tes dan pengukuran.

http://abdillahhusni.wordpress.com/2011/03/15/perkembangan-layanan-bimbingan-dan-konseling-di-amerika/

Spread The Love, Share Our Article

Related Posts